Walau tubuhnya usang termakan waktu...
Namun kata-kata dalam setiap baitnya tetap mengalun merdu...
Terpahat sempurna dalam goresan tinta tak ternilai...
mengalun seiring setiap hentakan yang ada...
Lalu setiap hembusan angin senja memanggil setiap insan
Mengajaknya kembali untuk beristirahat sejenak
Menatap kembali masa-masa yang terlupakan
Tapi semuanya tak terkendali
Pujangga Cinta yang sudah tak mencari cintanya lagi...
Kupersembahkan dalam-dalam diam-diam...
Biarkan kami keluar dari persembunyian...
Menghirup semuanya dengan cara yang sama...
Memperjuangkan hal yang sama...
_TAMAT_
hahahaha...
GJ yah???
Tapi Qi bener2 berduka atas meninggalnya W.S Rendra kemarin malem...
Semoga beliau mendapat tempat yang selalu diimpikannya...
Autopilot.
-
It get's lonelier. Nobody prepared you for this.
There's a kind of loneliness that doesn't arrive loudly.
No dramatic moment, no clear breaking point.
I...
2 bulan yang lalu
2 Click 4 comment:
wew...seperti biasa.....
saia cengo baca puisi kau!!
terlalu bagus...hahaha...^^
Hahahaha~
Tapi tetep Ngga akan ada puisi sebagus bikinannya W. S Rendra!! Hikz...T.T Berduka saiah...
Posting Komentar