Patterned Text Generator at TextSpace.net

Tuhan Sembilan Senti

Kamis, 09 September 2010


Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


sumber > Click here <
Read More >>

Saat perkataan seseorang membekas dalam ruang

Sabtu, 28 Agustus 2010

Seseorang bercerita tentang arti sebuah kehidupan
Dan aku mengerti, mulai membenahi hidup dan menutupi semua cerita masa lalu...

Seseorang berkata tentang kemauan dan kemampuan
Dan aku mengerti, mulai menempa diri dalam berbagai hal

Seseorang membicarakan sebuah kata dan maknanya
Dan aku mengerti, mulai mencari2 makna dalam setiap kata

Seseorang mengutarakan segala hal yang ada pada dirinya
Dan aku mengerti, mulai memahami segala hal yang ada pada diri orang lain

Seseorang mengajarkan untuk berani dan selalu berbagi
Dan aku mengerti, mulai berani melakukan banyak hal dan mengenal berbagai hal

Masih banyak, dan kupikir takkan berhenti,,,
Tapi pada kenyataannya seseorang itu kini tak mengeluarkan kata-katanya lagi...
Tersendat oleh sebuah tembok besar yang sulit kutembus...

Berharap suatu hari nanti dapat mendengarkan dan meresapi perkataan yang lain...
Tapi untuk kata-kata yang telah terucap... Yang telah memberiku banyak pelajaran hidup... Tak akan pernah kulupakan... Dan akan terus membekas dalam sebuah ruang...
Read More >>

Pelajaran dari Tuhan

Minggu, 22 Agustus 2010

Akhir-akhir ini Qi merasa kehilangan banyak hal... Mulai dari waktu, prioritas, cita-cita, semuanya jadi serba keluar jalur.. Lebih sering mementingkan sesuatu yang ngga penting, memikirkan sesuatu yang seharusnya ngga perlu di pikirin.. dan mengabaikan banyak hal yang seharusnya diprioritaskan...

Di bilang hancur juga ngga sih... beberapa hal yang memang keluar dari jalur rencana awal hidup Qi sebenernya ada manfaatnya juga... Tapi tetep aja rasanya Qi kehilangan pegangan... Udah nyasar kemana2lah istilahnya...

Tapi dari sini Qi jadi belajar banyak hal... Bahwa terlalu banyak rencana awal yang udah kita buat, untuk menentukan hidup kita kemana? mau jadi apa? dan harus bagaimana? Terlalu banyak catatan2 penting yang udah kita tempel dimana2... Tapi pada akhirnya dan pada kenyataannya... Jalur hidup kita ngga berjalan sesuai dengan yang kita harapkan...
Bahwa saat inilah bagaimana seorang pelajar benar-benar belajar...

Belajar dari suasana dimana Tuhan memberikan rancangan hidup sedemikian rupa dan menyuruh kita menjalaninya dengan kemampuan yang terbaik meskipun dalam keadaan kita suka ataupun ngga... Saat kita ngerasa senang ataupun kecewa... Saat kita bahagia ataupun terluka...

Belajar menerima apapun yang terjadi di sekitar kita... Saat semuanya ngga sesuai sama apa yang kita inginkan.... Saat merasa dunia memusuhi kita... Saat masalah datang silih berganti...

Belajar mendirikan semangat saat diri sendiri mulai bosan dengan keadaan yang ada.. Saat orang2 disekitar kita memberikan respon negatif.. Saat Diri sendri merasa aman dalam keadaan yang memaksa kita untuk diam di tempat...

Masih banyak cara2 Tuhan memberikan kita pelajaran... Dan pada akhirnya mungkin hanya Pembelajar sejatilah yang akan merasakan medali2 emas asli dari Tuhan... Ntah itu berupa kesuksesan, kebahagiaan, rasa bangga, ataupun Reward terbaik bisa dikumpulkan di tempat orang2 terbaik di akhirat kelak...

Semoga kita termasuk golongan Pembelajar^^

_Qiez '10_
Read More >>

Lihatlah senyum anak bangsaku

Jumat, 23 Juli 2010




Hari ini tepat peringatan 'Hari Anak Nasional' mengingatkan Qi saat 5 tahun yang lalu, yg sebenernya saat itu seharusnya udah g di bilang anak-anak lagi, tapi berhubung badan saya menunjukan hal yang sebaliknya, jadi Qi saat itu d undang buat ngisi acara di TMII untuk memperingati HAN... Nyanyi2 doang c, bareng anak2 dari Bandung lainnya *hahahaha*
saat itu ada banyak banget anak-anak dari seluruh penjuru Indonesia menampilkan kebudayaan dan bakat2 dari tiap daerah masing2,, sebenernya acara intinya itu >> "nungguin bapak presiden yang terhormat lewat" dan nyalamin kita semua... Anak-anak pada girang gitu nungguin beliau dan para pejabat lainnya lewat,, sampe rela berdiri lama2, menampilkan banyak hal dengan sangat exited, begitu bangganya mereka bisa bertemu dengan Yang Terhormat Bapak Presiden tersebut.. padahal selese beliau lewat, bubarlah kita, atau ngikutin iring2an itu dari belakang... Padahal pas tim kita tampil d tempat itu sepi2 aja, tapi pas menjelang beliau lewat, tiba2 rame aja lah disekitar kita... apalagi pas beliau lewat, penuh sesak layaknya pasar lagi diskon gede2an aja...

Liat yg begitu waktu itu Qi nyengir2 aja *meskipun seneng juga dapet salaman dari Presiden* ... Tapi seneng sayah liat anak2 itu girang,, exited,, dll... padahal kalo dipikir2 g ada manfaat khususnya juga salaman sama presiden *secara beliau ngga nempelin amplop juga di tangannya*

Seharusnya Para Pejabat di atas sana itu bangga... Betapa anak-anak itu masih bisa tersenyum, meskipun pendidikannya harus terbatas di dalam gedung2 terbatas, dengan biaya tak terkira... Betapa anak-anak itu masih bergembira, meskipun makanan-makanannya terbatas dengan asupan-asupan bergizi palsu...
Betapa anak-anak itu tetap riang meskipun ruang gerak motoriknya terbatas diantara gedung2 tinggi dan transportasi padat sana sini
Betapa anak - anak itu tak peduli teror-teror penculikan dan ledakan gas menghantui...
Anak-anak itu masih berlari,, masih menikmati,, masih berani mengibarkan bendera merah-putih...

Padahal kalo liat nasib-nasib anak-anak sekarang... rasanya miris banget...
Terutama anak-anak korban jalanan... yang dengan terpaksa musti ngais rezeki dengan ngamen,, minta2,, nyopet,, nipu....
kalo dari kecil udah diajarin mencari rezeki dengan hal-hal kaya gitu,, kapan mereka kreatif dan berkembang?? masa depannya gimana?? Ya Tuhan...

haduh,, tiba2 musti pergi ,., ntar di edit lagi deh nie entri... dadah~
Read More >>

Bias- bias kegelisahan

Sabtu, 10 Juli 2010

Dulu berkeliaran di dunia antah berantah
Bertekuk menekuni segelintir pusaka2 alam
Menyatukannya dan menjadikan sebuah pengetahuan suci
Bersumpah setia mengabdi

Sesaat sebuah cahaya menyilaukan meruntuhkan semua
Seakan terlupa terseok seok mengikuti
Lama2 berlari mengejar

Tersadar saat cahaya mulai pudar
Tak terlihat jejak jalan semula
Lalu menangis sesenggukan berharap kembali ke masa lalu
Terbias bias... kembali mengharapkan pertolonganNya

Sempat Lupa...
Sempat tidur...
Sempat alpa...
Sempat mendengkur...

Tapi Tuhan tak begitu...
Read More >>

Berhubungan

Jumat, 28 Mei 2010

Jalan-jalan putih, kadang merona, lalu terputus
Berhubungan dengan Hitamnya dunia yang terkadang diselamatkan oleh para Super Hero
Berhubungan lagi dengan seorang wanita yang terkagum2 oleh seorang sosok pujaannya
dan masih terhubung dengan Cacing-cacing Tanah yang menggeliat tak karuan tersorot sinar matahari karena tempat tinggalnya kini dijadikan lahan bangunan

Semuanya selalu berhubungan, tinggal bagaimana caranya kita menyusunnya kedalam sebuah cerita.
Cerita yang orang lain fikir itu fakta padahal kenyataannya hanya sandiwara.
Terselubung di balik rona-rona indah sang petuah.
Dan mulailah Hubungkan semua.
Read More >>

Ternyata ngga ada makanan jatinangor yang seenak masakan ibu~

Jumat, 30 April 2010

Hmm... hidup mengembara di tempat orang emang banyak ngga enaknya...
Qi juga kalo ngga terpaksa ngga mau deh mengembara jauh-jauh ke pelosok sana...
Cuma demi lancarnya studiku jadi harus jauh-jauh merantau ke Desa Nangor... Sebuah desa dimana kalo lo mau dibilang anak G4h0L, lo musti ngedatengin sebuah tempat yg namanya "JATOS"... itu berarti lo udah resmi menjadi salah satu member AGJ (red : Anak G4h0L Jatinangor) ... hahahaha~ Ngga banget memang...

Hmm... ok,, singkat cerita Qi udah hampir setaun tinggal disana [HITORI DE] without my family of course (manja banget saya kalo harus ngangkut mereka ke sana), dan dengan teman2 yg baru Qi kenal...
mau tau rasanya hidup sendiri? Waktu harus ngatur sendiri, Iman harus kuatin sendiri, Bangun tidur harus bangun sendiri, Nyuci baju sendiri, dan yang terutama Makan Harus Cari Sendiri (terutama karena saya ngga ahli masak dan ngga ada fasilitas buat masak)

Ini soal jadwal makan. Hua,,,, makin ngga karuanlah jadwal makan Qi... karena udah ngga ada lagi yang marah-marah karena masakannya ngga ada yg makan,, ngga ada lagi yg ngingetin kalo hari ini Qi belum makan, dsb... Alhasil jadwal makan Qi adalah : Kalo nie perut belon teriak-teriak minta diisi, Qi akan lupa apakah hari ini udah makan ato belon. Atau kalo ngga males cari makan dan temen2 pada ngajakin Qi baru makan. Atau lagi kalo tiba2 di jalan nemu yang jual makan dan Qi ngiler, Ngga pake ngitung satu dua tiga tiba-tiba aja tu makanan udah nyampe perut. Opsi lain, kalo misalnya ada yang traktir (red: lagi ulangtahun, atau PJ=pajak Jadian) tentu ngga akan Qi lewatin... fufufu *tawa setan*

Karena Qi udah hampir setaun ada di Nangor, alhasil hampir semua tempat makan d Nangor Qi jelajahin *sebenernya masih banyak yg belom c~ saking banyaknya* soalnya ngga mungkin juga selama 9 bulan ini Qi hanya makan di tempat yg sama (red : BOSEN) . Seringnya sih Qi wisata kuliner bareng temen2... dan taulah saya tempat2 yg masakannya enak, yang murah, yg mahal, dsb. Tapi.... tetep aja selalu ada yg kurang....

Dan hampir sebulan Qi ngga balik2 ke rumah *biasanya seminggu atau dua minggu sekali* dikarenakan selalu adaaaa aja acara d hari Sabtu yg membuat Qi-Kagok-Buat-Pulang....
Akhirnya hari ini pulang juga... dengan berbekalkan perut yg kosong karena duit udah di pas-pasin... Pas nyampe rumah,, tentu saja yg pertama kali Qi datengin = DAPUR (setelah cium tangan ibu saya tentu), dan... OMONA,, ibu Qi masak Soto Ayam kesukaan Qi!!!! Tanpa pake ba-bi-bu(sebenernya buat apa juga pake kata2 itu?saya juga ngga jelas... hahaha) Langsung Qi makan semangkok besar Soto Ayam itu,, dan You Know What??? Tiba-tiba rasanya Qi habis terbang jauh dari negeri yang biasa Qi tempatin... Terus makan di sebuah tempat mewah,, dengan ditemani pangeran-pangeran tampan (agak sedikit lebay memang) cuma sedikit memberikan ekspresi Betapa-Sangat-Senangnya-Perasaan-Saya-Saat-Itu.
Dan langsung menyadari,, bahwa Ngga ada Makanan Nangor yang Seenak Masakan Ibu!!! Entahlah Ibu pake bumbu apa supaya masakannya seenak ini? dan ibuku sekarang langsung saya beri gelar THE BEST KOKI I'VE EVER MET!!! entahlah, mungkin suatu saat akan nular ke Qi tu bakat *I hope* ... yg jelas bukan cuma tuan Crape yg punya bumbu rahasia di restorannya. Tapi ibu Qi juga punya!!! Dan yang bisa buka ntu resep rahasia cuma Qi *dan adik Qi mungkin* tentunya.... hahahaha~ mulay menghayal sayah~
Tau ngga salah satu mimpi Qi dari 100 mimpi yg Qi tulis,, salah satunya adalah bikinin Restoran buat Ibu... biar suatu saat nanti, bukan cuma Qi dan keluarga yang mengakui bahwa masakan ibu itu enak... Tapi semua orang, seluruh dunia juga bisa merasakannya... hahahaha~
SEMANGAT ah~

_Qiez'10_
Read More >>

Saat Wanita Berkelana

Kamis, 29 April 2010

Tersedak ombak dalam relung hati
Tiba-tiba menemukan kembali fatamorgana
Mesti bersusah payah turun untuk hanya sekedar mencuri tawa
Mesti bersusah payah naik kembali hanya untuk berpaling dari ketidakpastian

Lagi-lagi terombang ambing dalam sebuah fenomena
Hanya satu pilihan kata untuk berjuta-juta rasa
Harus pintar,, dan tegar...
Tapi kadang tak sampai....

Di seberang jalan sana semua berteriak memanggil
Tapi terlalu bising untuk sebuah kode pemecah sumpah
Jongkok sejenak... lalu berdiri lagi dan ikut-ikutan berteriak
Dan berbalik arah tak percaya lagi

Suatu saat Angin bertiup dari segala arah
Menerbangkan ujung-ujung jilbab dalam naluri
Usahalah menutupi, tapi tak semua
Hanya bisa Bersujud Pada-Nya

Ini Wanita?bukan? dan Iya.....
Mengangguk saja...
Lalu berjalan...
Mendongak...
Tapi sebaiknya Menunduk...

_qiez'10_
Read More >>

"Shinde kudasai!" (Silahkan Mati)

Rabu, 10 Maret 2010

Pernah ngga ngerasa saat -saat dimana semuanya udah mentok...
Udah ngerasa ngga bisa ngapa-ngapain lagi...
Sampe akhirnya keluar kata-kata "Hh... sudahlah..." Rasanya saat itu juga ingin menghilang dari dunia ini... Saat itu juga pasti bertanya-tanya "Kenapa harus hidup?" saat keluar kata-kata itu biasanya Syetan2 mulai keluar dan membisikan banyak hal...

Tapi setelah beberapakali mengalami hal kaya gitu... Qi punya beberapa tips untuk mengatasinya...

- Pertama, saat udah cape, lelah, dan rasanya pengen teriak sekenceng-kencengnya, pengen nangis.... Carilah tempat yang aman (Biar privasi tetep ngga terganggu)... Terus nangislah sekenceng-kencengnya... Sampe mukanya 'bengep' ...

Biasanya kalo udah gitu Qi langsung ketawa-ketawa *dalam hati*... Emang kaya orang gila sih,, abis nangis ko ketawa? Iya soalnya biasanya abis nangis Qi suka baru nyadar... "Ko Qi nangis segala sih? padahal kan masalahnya ngga berat-berat amat"... Dan nyadar kalo sebenernya yang bikin masalah itu rasanya besar banget karena badan Qi juga lagi capek dan lain lain.

- Kedua, Langsung ambil Air Wudhu... Shalat... Meskipun belum waktunya... Sholat aja... dua rakaat... Saat - saat kaya gitu pasti bisa bikin tenang... Karena Qi jadi ngerasa... Kalo Qi sebenernya ngga sendirian kok,, Qi ngga harus nanggung semuanya sendirian ko... Masih ada tempat pengaduan... Masih ada yg ngerti Qi... Masih ada yg bisa nolong... Melebihi Super Hero manapun...

- Ketiga, Ambil Kertas, Pensil/Pulpen... Nulis.... Nulis apa? Apa aja... Unek-unek atau apapun tulis aja... Biasanya kalo udah ditulis jadi ketemu solusinya... meskipun abis berlembar-lembar kertas... Jadi suka makin lega aja....

- Yang Terakhir, Tarik Nafas Dalam-dalam... Keluarin langsung 'Hah'.... Udah gitu bilang dalam hati *kalo teriak-teriak takut kedengeran tetangga sebelah* "HEY PROBLEM... I'VE GOD! YOU CAN'T DISTURB MY BEAUTIFULL LIFE" ... hahahaha~



Satu hal yang harus kita tau... Kalo kita kan hidup di dunia ini untuk memperjuangkan masa depan... jadi biarlah masalah mengganggu tapi ngga usah menghancurkan hidu kita... Kalo emang ngga kuat hidup "SHINDE KUDASAI"... Tapi kan ngga sesederhana itu... Perjalanan masih panjang loh... Ke-PD-an amat kalo kita ngerasa pengen cepet2 mati... Emangnya kamu udah ngapain aja di dunia ini??? Udah pernah ngerasain Ngedaki GUnung Jaya Wijaya belum? Udah Pernah Berenang di Samudra Pasifik? Udah keliling2 Eropa belum? Udah Nyicipin semua makanan di Indonesia belum? Udah pernah liat Sakura secara langsung belum? Masih banyak tau yg bisa dinikmati di dunia ini...

_Qiez'10_
Read More >>

Back to My Real Life

Minggu, 07 Februari 2010

Jya~ Hari ini hari terakhir liburan panjang... *Liburan yang sangat panjang* ... Baru pertama kali dapet libur segini lama *vakum setelah UN ngga diitung ya?* ... Yup, liburan semester pertama yang berdurasi kurang lebih satu bulan ini ngga kerasa udah berlalu ajah. Mari kita review kembali apa yang Qi lakukan akhir2 ini?
Jalan - jalannya ngga begitu banyak sih,, paling sekedar ke rumah sodara2 sekalian... Selain itu? ber-Hibernasi di rumah...

Di minggu2 terakhir liburan itu Qi berburu DVD" dorama dan pelm2 lainnya... Finally,, Walaupun diiringi Protes dari seisi rumah yang ngga rela liat Qi duduk selama berjam-jam di depan TV terus pindah ke komputer, pindah lagi ke TV, dan berakhir di Laptop... *dalam rangka menghindari Demo masa... jadi pindah2* Pasalnya,, para manusia yang terkesan sirik ngeliat Qi bahagia menyelesaikan PR (Pekerjaan Rampokan) Qi yang musti selesei di liburan nie,, suka ganggu! Pas Qi lagi nonton pake DVD in Living room... Pada protes soalnya pada mau nonton TV,, yowes pindah ke Komputer,, pas udah pindah... pada protes juga soalnya ade2 Qi pada pengen maen game,, atau pengen internetan ceunah... Yowes di akhir cerita Qi culik Laptop c Babeh buat ngelanjutin perjuangan *kayak yang lagi perang aja*

Yup,, buat Qi ada keasyikan sendiri kalo udah nonton Dorama... Kayak semacem,, Travel dalam Hayalan ... hahaha~ Kadang kebawa situasi sama apa yg terjadi dalem tu cerita... Tapi kadang banyak yang bisa Qi ambil dari kegiatan Qi yang terkesan ngga ada kerjaan itu... Karena macem2 karakter yg disuguhin... Kadang Qi jadi bisa memahami berbagai karakter orang.... Walaupun itu peran yang Antagonis...

And Finally,, Qi berhasil menonton Dorama2 ini :

> Nodame Contabile + Special in Europe (untuk yg kedua kalinya)
> Last Friend
> Buzzer Beat
> Orthos No Inu

Sama 1 episode K-Dorama

> 18 Vs 29 (Nampak ngga kuat melanjutkan)

Dalam durasi 5 hari!!! hahahaha *terlalu gila*
Ntar deh buat Reviewnya nyusul~

And now... It's time to Back to My Real Life . Loh?
Karena liburan sudah berakhir,, udah saatnya Qi kembali kerja keras berkutat dengan Kegiatan Kuliah dan kegiatan - kegatan lain di sekitarnya.
Udah ngga ada lagi waktu buat liat kisah2 orang lain. Sekarang Qi harus kerja lagi buat 'take' di film kehidupan Qi sendiri... Kalo kita mau menyadari bahwa setiap orang itu adalah Main Character dalam dunianya masing2... Jadi kenapa kita harus ngeliat orang lain? Iri dengan kehidupan orang lain? Sebel sama kehidupan orang lain? Padahal kita juga adalah sorotan utama dalam hidup kita. *berhenti sejenak lagi dengerin lagu favorit Qi >.<* Oia... Pelajaran hidup yg Qi ambil dari kegiatan2 Qi kemarin : " Ngga bisa kita nge-judge bahwa seseorang itu baik atau engga,, bahkan setiap orang juga pasti punya kebenaran dalam dirinya sendiri,,, begitu pula diri kita sendiri... Seandainya semua film tentang setiap kehidupan manusia itu di sorot... Sejahat apapun orang itu,, pasti perannya Protagonis... Karena setiap manusia punya kebaikan... Disitulah Tuhan berada... "

Tinggal menunggu detik- detik pergantian hari... Harus cepet - cepet tidur biar besok ngga kesiangan... Semester ini musti lebih semangat!! Pasalnya Qi udah ngambil langkah buat ngambil SKS tambahan jadi 24!! Semoga ngga jadi penghambat....


~GANBARIMASHOU~
Read More >>

~Let's Sing This Song~